Senin, 04 April 2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(PTK)


UPAYA MENINGKATKAN KEBIASAAN SHOLAT LIMA WAKTU PELAJARAN AGAMA ISLAM MELALUI PEMBERIAN MOTIFASI MULTI ASPEK KELAS VI SDN SARAPATI KARANGANYAR ILIR PASEKAN

Unwir.gif





DISUSUN OLEH :
CARKASAN
NPM : 221240108051

UNIVERSITAS WIRALODRA INDRAMAYU
FAKULTAS AGAMA ISLAM
SEMESTER V NON REGULER
2011


PROPOSAL PTK
JUDUL
 UPAYA MENINGKATKAN KEBIASAAN SHOLAT LIMA WAKTU PELAJARAN AGAMA ISLAM MELALUI PEMBERIAN MOTIFASI MULTI ASPEK KELAS VI SDN SARAPATI KARANGANYAR ILIR PASEKAN

      A. Latar belakang Masalah
        Di kelas VI SDN Sarapati Karanganyar Ilir Pasekan, masih banyak siswa-siswi yang enggan untuk melaksanakan sholat lima waktu apalagi dengan secara berjamah, padahal sarana tempat beribadah sudah tersedia dengan baik, karena letak gedung SDN karanganyar Ilir Pasekan berdampingan dengan Masjid Karanganyar Ilir. Mereka lebih suka bermain dan jajan daripada harus melaksanakan sholat. Sedangkan ketika azan dhuhur berkumandang pihak sekolah mengistirahatkan pesertra didiknya, ini di maksudkan agar peserta didik melaksanakan sholat dhuhur dimasjid.   
   B.  Rumusan Masalah  
        Sholat adalah  merupakan pangkal tolak pembinaan kepribadian seseorang muslim, yang dijadikan oleh Rasulullah sebagai tiang Agama Islam, satu-satunya ibadah yang diwajibkan secara berulang setiap hari, seumur hidup. Apabila pembinaan sholat itu terabaikan akan meruntuhkan sendi-sendi Islam itu sendiri sekaligus meluluhlantahkan pembinaan umatnya. Oleh sebab itu peningkatan  pembiasaan sholat itu merupakan hal yang urgen untuk diterapkan kepada siswa. Bagaimana memotivasi siswa untuk membiasakan sholat lima waktu?, Bagaimana mengelola waktu yang singkat untuk tatap muka tapi efektif dan efesien dalam membina mereka?..
      C. Tujuan Penelitian  
        Penulis berasumsi bahwa pembiasaan sholat lima waktu masih minim dilaksanakan oleh remaja, termasuk siswa-siswi Kelas VI SDN Sarapati Karanganyar Ilir Pasekan, setelah kami tanyakan dikelas, hampir setiap kelas hanya rata-rata 5% yang terbiasa sholat lima waktu, itupun umumnya anak-anak Rohis. Kami berasumsi bahwa kebiasaan sholat lima waktu dapat ditingkatkan . Asumsi tersebut jelas memerlukan metode yang jitu. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  metode yang akurat dalam memacu siswa  guna peningkatan pembiasaan sholat lima waktu.
    D.  Manfaat PenelitianPenelitian
         ini bermanfaat untuk acuan pengajaran yang lebih maksimal di masa mendatang minimal untuk bahan kajian yang mengacu kepada kemajuan dimasa mendatang.                     
                                       BAB.II.KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA
         
1. Tujuan belajar mengajar
        Secara umum tujuan belajar mengajar adalah untuk mengubah pengetahuan peserta didik, mengubah kepribadian, mengubah keterampilan. Jadi dalam pendidikan harus ada perubahan kalau tidak ada perubahan maka kegiatan belajar itu tidak berhasil. 
2. Guru sebagai salah satu sumber belajar.
       Guru yang membimbing harus orang kompeten, pendidik yang kompeten  adalah guru yang mempunyai kesadaran kependidikan yang tinggi dan memenuhi syarat -syarat seorang guru yang baik.
        a. Kesadaran kependidikan.Menurut J. Murry Lee dalam bukunya” Elementry Education to day and tomorrow, bahwa pada seorang guru sebagai anggota profesi hendaklah terdapat kesadaran profesi seabagai berikut:
        1).     Kesadaran pertama, adalah kesadaran pelayanan profesi mengemban tugas untuk kepentingan masyarakat. Kesadaran ini diterapkan dan tercermin dalam prilaku di Sekolah dan luar sekolah.
        2).     Kesadaran kedua, adalah kesadaran profesi guru menuntut kompetensi intelektual dan keterampilan profesi yang cukup tinggi, hal ini berarti adanya kesadaran untuk meniglkatkan harkat, martabat dan wibawa profesi.
        3).  Kesadaran ketiga, adalah kesadaran tentang  jaminan  terhadap masyarakat bahwa kita mampu untuk melaksanakan tugas mengajar dengan baik, berarti seorang guru mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.
        4).     Kesadaran keeempat, adalah kesadaran untuk berorganisasi untuk kepentingan meningkatkan aktifitas dan pertumbuhan professional. 
         Sikap dan sifat-sifat guru yang utama Pendidik yang baik haruslah memiliki sikap mental dan siafat-sifat yag utama. Sikap dan sifat utama ini akan menjadikan seseorang itu mempunyai wibawa sehingga orang berkeinginan untuk mengikutinya. Sesuai dengan tugas Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia seabagai pendidik yang ulung, dengan sabdanya: “ sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia ( H.R Bukhari dan Muslim).Sikap dan sipat-sipat utama itu merupakan kunci kesuksesan seorang pendidik dalam menjalankan tugasnya. Sikap dan sipat itu antara lain:
1).  Adil. Pendidik haruslah menerima muridnya secara adil, guru tidak membedakan murid yang pintar dengan yang bodoh, yang cakap dengan yang kurang cakap, sehingga murid merasa diperlakukan sama dan secara adil.
2).  Percaya dan cinta kepada anak didik dalam arti yang positif.Pendidik haruslah mempercayai murid bahwa mereka mampu mandiri, Guru harus menyenangi murid dalam arti yang positif, sehigga kegiatan akan berjalan dengan penuh kedamaian. Guru harus mempunyai suatu keyakinan bahwa murid mempunyai kata hati yang cendrong kepada yang baik, tetapi kata hati murid masih lemah oleh sebab itu guru mengembangkan dan membimbingnya supaya mempunyai kepribadian mandiri.
3). Sabar dan rela berkorban.Pendidik haruslah mempunyai kesabaran yang tinggi, sebab seorang pendidik menghadapi manusia yang terdiri dari berbagai latar belakang kehidupan yang berbeda, kemauan yang beragam, watak dan kecendrongan yang berbeda pula. Karena orang yang sabar disayang Allah, sesuai dengan firmannya berbunyi: “ Sesungguhnya Allah Cinta orang yang sabar” ( Q.S. Al-Baqoroh 153).
4). Mempunyai kewibawaan terhadap murid.Kewibawaan adalah pengakuan murid terhadap kelebihan gurunya sehingga mereka terdorong untuk meniru dan mengikutinya dengan sukarela.
5). Guru harus cerah dan riang.Seorang guru harus cerah dan riang sehingga murid tidak terperangkap dengan perasaan yang tertekan. Mereka akan belajar sambil bermain untuk mencapai tujuan pendidikan. 
6). Bersikap baik terhadap guru lainnya.Rekanan guru adalah merupakan kelompok pendidik yang saling mengisi dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Kalau dewan guru atau rekanan guru tidak sejalan dalam mendidik murid, sama halnya laksana dua orang yang satu membangun yang lainnya meruntuhkan, tak mungkinlah gedung akan berdiri. Demikian pulalah rekanan guru yang tak searah, menimbulkan masalah baru, yang akhirnya akan menghambat pencapaian tujuan.
7).     Bersikap baik terhadap masyarakat.Masyarakat adalah partner guru dalam melaksanakan tugasnya. Tanpa kerjasama masyarakat dengan guru sulitlah untuk melaksanakan pendidikan dengan baik. Karena pada hakikatnya guru itu pengabdi dan pelayan masyarakat. 
8). Guru harus menguasai materi yang diajarkan.Penguasaan bahan ajar merupakan keharusan bagi guru, karena tanpa penguasaan materi yang sempurna akan menimbulkan kehilangan wibawa seorang guru. Bila murid tahu kelemahan gurunya maka akan terjadilah suasana yang tidak serasi. Kalau hal ini terjadi berlarut-larut akan menimbulkan dampak negative pada hasil belajar murid.
9). Guru harus suka pada mata pelajarannya.Pendidik harus menyenangi pelajaran yang diajarkan, sehingga akan mudah mempersiapkan dan melaksanakan. Pelajaran yang disenangi akan berhasil lebih baik ketimbang pelajaran yang dibenci, karena pelajaran yang disenangi guru menjadikan proses belajar mengajar yang lebih hidup dan gembira.
10). Guru harus mempunhyai pengetahuan yang luas.Dalam masyarakat tertentu guru dianggap serba tahu segala hal, tempat bertanya kalau tak mengetahui, tempat mencari informasi dansebagainya. Kecewalah masyarakat bila guru panutannya mempunyai banyak kelemahan.   
3.      Bahan pengajarana.  
        Bahan pembelajaran harus memenuhi tujuan umum pemdidikan dan tujuan sekolah. Di Negara manapun sekolah adalah tempat pendidikan, yaitu memberikan pendidikan keseluruhan, yang meliputi pendidikan jasmani, rohani, pendidikan perorangan serta kemasyarakatan. Bahan pengajaran harus sesuai dengan tingkat sekolah, perkembangan jiwa serta jasmani murid pada umumnya. Maksudnya guru memperhatikan apakah masih tingkat pemula atau menengah atau sudah tingkat tinggi.c.  Bahan pembelajaran pokok pendidikan Agama Islam.Materi pokok pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan ialah:
1). Keyakinan dan kepercayaan. Keyakinan dan keperyaan menurut Islam, merupakan fondasi ajaran Islam  disebut keimanan. Keimanan inilah yang melandasi semua amal seseorang yang mengaku beragama Islam, Tanpa landasan keimanan yang benar  semua amal akan sia-sia. Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 18 berbunyi: “ Perumpamaan orang yang kafir dihadapan Tuhannya, amal-amal mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari berangin badai. Mereka tak bisa mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan…”( Q.S. Ibrahim ayat 18).   
2). Ibadah Kepada Allah SWT.( Fikih).Ibadah merupakan realisasi dari keimanan seseorang yang sebagai  bukti bahw imannya benar. Orang yang mengatakan beriman tidak mengamalkannya disebut fasik, Orang yang berpura-pura beriman ibadah hanya untuk mengelabui mata atau untuk politis belaka supaya terbebas hokum dunia disebut munafiq. Manusia munafiq ini diancam Allah dengan firmannya: “ Orang yang munafiq tempatnya di neraka yang paling dalam, tiada yang dapat menolong mereka” ( Annisa: ayat 145). 
3). Cara membaca Al-Qur’an dan membiasakannya.Al-Qur’an merupakan pedoman pokok umat Islam untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan Al-Qur’an dan hadits Nabilah kita dijamin akan mendapat kebahagiaan dan tidak akan sesat selamanya. Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW berbunyi: “ Telah kutinggalkan bagimu dua perkara  apabila engkau berpegang teguh kepada keduanya engkau tidak akan sesat selamanya, yaitu kitab Allah(Al-Qur,an) dan sunah Rasulnya”. (HR. Ibnu ‘Abdil Barri). Oleh sebab itu mempelajari Al-Qur’an merupakan keharusan bagi umat yang mendambakan petunjuk  yang abadi. Sehingga Nabi memberikan dorongan dengan sabdanya: “ Orang yang paling baik diantara kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya”.(HR. Bukhari)
 4).     Pengetahuan hukum Islam.Pengatahuan hokum Islam itu menyangkutan aturan pribadi dan masyarakat  ataupun sanksi-sanksi Allah yang akan diberlakukan di dunia dan ditangguhkan di akhirat , yang disebut syari’at.  Setiap umat Islam mempunyai kewajiban untuk melaksanakan sebagai realisasi iman dan penyerahan tanpa syarat keharibaan Allah Maha Kuasa. Sehingga orang yang tidak mau melaksanakan hukum itu disebut kafir. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 44 berbunyi: “ … dan siapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang yang kafir”.(Al-Maidah: 44). 
5). Pergaulan hidup antara sesama manusia.      Pergaulan hidup antara sesame manusia, baik sesame muslim atau dengan non muslim disebut mu’amalah. Mu’amalah ini antara lain jual beli, utang piutang, pinjam meminjam, uapah mengupah,cara bertetangga dan cara bermasyarakat. Tema sentral Pendidikan Agama Islam.Pengertian tema sentral adalah sub mata pelajaran atau pokok bahasan dari pendidikan Agama Islam yang minimal yang harus dicapai pada jenjang pendidikan tertentu. Pada dasarnya tema sentral itupemenuhan harapan orang tua, masyarakat, pemerintah serta kebutuhan siswa itu sendiri tentang pendidikan Agama Islam.
1)     Kemapuan siswa untuk beribadah dan membiasakannya dengan baik dan tertib( kemampuan sholat dan ibadah lainnya).
2)     Kemampuan siswa untuk membaca Al-Qur’an dengan baik.3)     Tercerminnya Akhlak yang baik dari siswa.  
        Tolak ukur keberhasilan Pendidikan Agama Islam  di SMK.Setelah membicarakan materi dan tema sentral pendidikan Agama Islam di sekolah, barulah kita dapat menentukan tolak ukurnya atau standar kompetensi Lulusan (SKL). 
1).     Siswa memiliki pengetahuan fungsional tentang agamanya meliputi pengetahuan tentang keimanan kepada Allah, keimanan kepada malaekat, keimanan kepada rasul, tentang qadha dan qadar, pengetahuan tentang hukam waris, munakahat dan sebagainya.
2).     Siswa meyakini agamanya dan menghormati orang lain meyakini agamanya. Prinsip ini meliputi antara lain : beriman dengan benar, mensyukuri nikmat Allah dengan memelihara dan mengembangkannya, toleransi terhadap penganut agama lain, serta menjadi warga Negara yang baik.
3).     Siswa bergairah beribadah . Hal ini tercermin dalam tindakan siswa antara lain: menunaikan sholat lima waktu, menunaikan sholat jum’at dengan baik, suka sholat tarawih dan idain, menunaikan ibadah puasa bulan Romadhan sesuai dengan syarat dan rukunnya yang ditentukan agama.
4).     Siswa berakhlak mulia dan berbudi luhur. Berakhlak mulia dan berbudi luhur dapat dilihat dalam keadaan sehari-hari berupa: suka bertutur bahasa yang sopan, berbuat baik kepada orang lain, suka berbakti kepada orang tua, suka bersih dan kebersihan, suka memelihara lingkungan hidup, mematuhi aturan yang berlaku, suka mengucapkan kalimat thoibah, suka melakukan kebiasaan yang baik.
5).     Siswa dapat membaca kitab suci agamanya dan berusaha dan berusaha memahaminya. Dapat membaca kitab suci ini tercermin dalam kehidupannya antara lain:  suka membaca Al-Qur’an, hapal surat-surat pendek dan mampu menuliskannya.
6).     Siswa rajin belajar dan giat bekerja. Kegiatan ini dapat direalisasikan dalam bentuk : mereka belajar dengan tertib tanpa perintah dan berusaha mencapai hasil atau berprestasi baik, suka mengerjakan yang baik tanpa perintah, suka membantu, mengunjungi dan mendo’akan temannya yang mendapatkan musibah, peduli terhadap orang yang lemah, ikut memelihara tempat ibadah dan lingkungan sekitarnya.
7). Siswa mensyukuri nikmat Allah swt. Kemauan mensyukuri nikmat Allah dapat dinyatakan berupa: suka memelihara kebersihan dan kesehatan jasmani dan rohani, suka memelihara milik pribadi dan milik bersama dengan cermat, kemampuan menggunakan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk kebaikan. Suka memelihara milik bersama untuk kepentingan umum seperti telpon/ jembatan dan sebagainya.
8).     Kemampuan menciptakan kerukunan hidup antar warga dan golongan. Suasana ini tergambar dalam bentuk: siswa tidak mengganggu orang lain dalam beribadah, tidak mengganggu dan merusak tempat ibadah, bergaul dengan orang lain sekalipun berbeda agama namun tetap menghormati keyakinan agama masing-masing.    
        5.      Metode pengajaran 
        Metode dan Strategi Belajar ia;lah pola umum perbuatan guru dan murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar, sedangakan metode berasal dari kata Yunani ( Greek ) yang terdiri dari ( metha = melalui/ melewati  hodos = jalan/cara ). Jadi metode belajar mengajar berarti jalan atau cara yang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan pengajaran. Strategi dan metode ini mutlak harus digunakan dalam proses belajar mengajar, supaya kita mencapai tujuan yang maksimal, tanpa metode dan strategi akan mendapatkan banyak kendala dalam pelaksanaan pendidikan. Hal ini sesuai dengan tuntutan Allah dalam surat 16 An-Nahal ayat 125 berbunyi:Artinya:  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.Disini dijelaskan supaya dalam memberikan pelajaran dilaksanakan dengan bijaksana atau dengan strategi dan metode yang baik agar mencapai hasil yang baik pula. Metode yang dapat yang digunakan dalam proses belajar sangat beragam. Menurut Hasibuan Dip. Ed dkk ada enam macam yaitu:  metode ceramah, Tanya jawab,  diskusi,    kerja kelompok, simulasi  dan demontrasi.Menurut Tim Bakti Guru, metode belajar mengajar itu terdiri empat belas macam yaitu:  Penugasan,   proyek, diskusi , ekprimen, widyawisata, bermain peran, demontrasi, sosiodrama, pemecahan masalah, Tanya jawab, ceramah, latihan, bercerita dan pameran.Menurut Prof Dr Winarno Surakhmad metode belajar mengajar itu terdiri dari delampan metode yaitu: ceramah, tanyajawab, diskusi, latihan, demontrasi, ekprimen, karyawisata dan kerjakelompok.Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode belajar mengajar itu bervariasi sekali jika variasi ini diterapkan dengan seksama dalam pengajaran maka guru dan murid tidak akan cepat jemu dalam mengajar. Adapun metode itu ialah:
a. metode ceramah. Metode ceramah suatu metode mengajar yang penyajian materinya melalui penuturan dan penerangan lisan guru kepada siswa.
b. metode Tanya Jawab. Metode Tanya Jawab suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya.
c. metode diskusi. Metode diskusi suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui wahana tukar pendapat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dalam suatu masalah.
d. metode kerja kelompok. Metode kerja kelompok cara penguasaan bahan pelajaran dengan mengerjakan tugas atau topic secara berkelompok.
e. metode simulasi. Metode simulasi suatu cara mengajar dengan perbuatan hanya berpura-pura atau berlaku sebagai dalam ituasi tertentu.
f. metode demonstrasi. Metode demontrasi suatu cara mengjar dengan mempertunjukkan sesuatu atau cara mengerjakan sesuatu. 
g. penugasan. Metode penugasan suatu cara penyajian dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang dispersiapkan guru sehingga dapat mengalami secara nyata baik perkelompok atau perorangan.
h. eksprimen. metode eksperimen suatu cara penyajian materi dengan pemberian kesempatan kepada siswa secara perorangan atau kelompok untuk melakukan percobaan mandiri, siswa merencanakan, menemukan fakta, mengumpulkan data, meneliti variable dan memecahkan masalah.
i. Metode proyek. Metode proyek suatu cara penyajian dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan dan mengembangkan sebanyak mungkin pengetahuannya dalam membahas suatu topik.
j. Widyawisata. Metode widyawisata suatu cara penguasaan bahan pelajaran dengan membawa langsung  siswa kepada obyek yang akan dipelajari diluar kelas.
k. bermain peran.Metode bermain peran suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa dalam memerankan dirinya sebagai tokoh atau benda mati. 
l. Sosiodrama. Metode sosiodrama suatu cara mengajar dengan pemberian kesempatan kepada siswa agar bias melakukan kegiatan dalam kehidupan social.
m. Pemecahan masalah. Pemecahan masalah suatu cara mengajar dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk dapat menyelesaikan masalah tertentu.
n. Metode latihan. Metode latihan suatu cara mengajar dengan me;latihkan sesuatu dalam rangka pengembangan suatu keterampilan.
o. Metode bercerita. Metode bercerita suatu penuturan dengan lisan kepada orang lain mengenai suatu topic atau peristiwa. Oleh guru sendiri atau siswa yang ditugaskan oleh guru.
p. Metode pameran. Metode pameran suatu cara mengajar dengan membawa siswa untuk mengamati suatu pameran kelas, sekolah atau gugus sekolah.
q. Metode e-learning. Metode belajar melalui internet sebagai medianya. 








                                  BAB. III. PROSEDUR PENELITIAN 
         A. Mengadakan survey awal.
        Survey awal yang dimaksud ialah menanyakan secara lisan tentang kebiasaan sholat siswa kelas VI. Saya mendapat data hanya +  15 % dari kelas itu yang sholat sudah rutin lima kali sehari dan semalam. Oleh sebab itu saya terdorong untuk mengetahui apakah yang menyebabkan  hal itu terjadi bagaimana jalan keluarnya.  
        B. Membuat tahapan penelitian dan evaluasi.
        1. Pada siklus pertama memotivasi siswa dengan kajian makna sholat supaya siswa lebih paham makna sholat secara keseluruhan. Sehingga dia dapat menyayangi sholat dan membiasakannya.Setelah itu memberikan format isian keadaan sholatnya selama tujuh hari, setelah tujuh hari format yang diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya.
        2. Pada siklus pertama  diambil sebagai acuan siklus kedua siapa berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya menjadi malas, maka pada siklus kedua ini sudah diadakan pendekatan yang intensif kepada siswa yang berubah menjadi malas, disamping itu memotivasi dengan kajian nikmat yang diberikan Allah baik bersifat pribadi ataupun bersifat umum. Setelah itu siswa diberi format isian untuk diisi sesuai sholat yang mereka laksanakan dalam tujuh hari berikutnya. setelah format itu diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya.
        3. Dari evaluasi siklus kedua hasilnya ada peningkatan namun masih ada siswa yang cendrung turun maka pada siklus ketiga saya analisa beberapa pribadi yang cendrung cuek serta diadakan pendekatan dengan memanggil serta mengoreksi informasi dan melalui informasi diadakan motivasi yang sesuai dengan siswa yang bermasalah tersebut. setelah format itu diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya. mengengvaluasi kegiatan.
IX. JADWAL PENELITIAN 
No
KEGIATAN
MINGGU KE……..
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan












2
Proses pembelajaran












3
Evaluasi












4
Pengumpulan Data












5
Analisis Data












6
Penyusunan Hasil












7
Pelaporan Hasil












  
X. BIAYA PENELITIAN
Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti, adapun biaya tersebut adalah :
1. Fotocopy Naskah                    : Rp 100.000;
2. Kerta folio 1 pack                   : Rp   50.000;
3. jilid buku                                 : Rp   50.000;
4.
Rental Komputer                    : Rp  200.000;
5. lain – lain                                : Rp  100.000;
JUMLAH                                      : Rp 500.000;

XI. PERSONALIA PENELITI
Penelitian ini melibatkan Tim peneliti, identitas dari Tim tersebut adalah :
1. Nama                                        : CARKASAN
    NPM                                         : 221240108051
    Pekerjaan                                  : Mahasiswa Universitas Wiralodra Indramayu
    Tugas dalam penelitian : Pengumpulan dan  Analisis Data untuk melengkapi tugas mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)




                                             DAFTAR PUSTAKA
  1. Al-Qur’an dan terjemahannya oleh Departemen Agama RI
  2. Buku Paket Agama Islam SMK
  3. Beberapa Aspek Dasar-dasar Kependidikan oleh Drs. B. Suryosubroto
  4. Etika Keguruan  oleh  Drs. R. Hermawan S
  5. Fikih Kifayatul Akhyar
  6. Filsafat Pendidikan oleh Imam Barnadib, M.A. Ph.D
  7. Ilmu Perbandingan Pendidikan oleh Arifin Prof. H.M.M.Ed
  8. Metodik Pendidikan Agama oleh Mahmud Yunus Prof. H
  9. Metodik Pendidikan Agama oleh Ahmad Tafsir , DR
  10. Mukhtarul Hadist Nabawiyah
  11. Manajemen Da’wah Islam oleh Abdur Rasyad Shaleh
  12. Motivate your self! Oleh Ridwan Muhammad Yusuf
  13. Pengantar Psikologi  Dirgagunarsa
  14. Pengantar Interaksi mengantar belajar oleh Prof. Dr. Winarno Surakhmat
  15. Prinsip-prinsip dan teknik Evaluasi Pengajaran oleh Drs.M. Ngalim Purwanto
  16. Psikologi Umum oleh  Agus Sujanto Drs
  17. Pengantar Ilmu Jiwa Agama Jalaludin drs, Cs
  18. Pengantar Didaktik Metodik oleh Abu Ahmadi, Drs
  19. Rangkuman Ilmu Mendidik oleh Djaka Cs
  20. Teknologi Instruksional 0leh Drs. Mudhoffar, M.Sc
     LAMPIRAN -LAMPIRAN :  
        1.  Surat Tugas dari Ketua Proyek Kepada  Peserta Peneliti
        2.  Buku Konsultasi dari Pembimbing kepada peserta Peneliti  
        3.  Undangan penanda tanganan kontrak
       4.  Data Pribadi Anggota Peneliti
       5.  Surat pernyataan siswa yang diteliti
       6.  Format instrument  penelitian

  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar